Jumat, Februari 06, 2009

Bicara Tentang ...

sebab aku MARAH

:: pada rasa marah

telah kurayakan amarah dan sunyi yang datang padaku. sekali lagi kau jelaskan cara kerja serumpun kembang tumbuh di halaman. sekali lagi kau hadapkan aku pada pot kembang tentang bagaimana akar-akar bisa menjalar. kau kira tak tahukah aku bagaimana kembang dan akar menjadi?


jangan merasa paling mengerti. sebab pemahamanku bisa jadi lebih baik daripadamu. aku tidak lahir sebagai kesalahpahaman, sebab aku lahir dari sebuah pemahaman; bahwa kelak akan ada saat aku mengetahui segala hal yang disembunyikan. mengapa kembang layu bisa kau simpan di rumah. mengapa akar bisa terselip di catatan harian yang mustinya sudah kau buang.

sebab aku tak ingin berada di dalamnya. aku manusia. bukan kembang yang kau anggap lebih kau cintai dibanding akar juga kembang. dengan begitu sudah kau tasbihkan aku sebagai sebuah kembang juga akar. aku bukan keduanya. aku manusia.

perjalanan apa yang sedang kau janjikan? sumpah apa yang bisa kau tepati? bahkan dalam diam kau masih tak mengerti. bahkan dalam senyum kau meracuniku. sekali lagi puisi akan menjadi bukan dari nadi, tapi darah yang nampak indah di jari.


kau apakan aku sayang? kau inginkan apa dariku? akankah kau tuntas menjadi bajingan yang aku cintai. aku tak silau melihat cinta yang kau bisikkan. aku tak jirih melihat janji dan hujan. aku tak lagi nyeri mendengar kisah perang. sebab telah penuh seluruh jiwaku dengan luka yang paling purba dari kita.

sebab telah kunikmati puncak-puncak nyeri di sini.

sebab telah kulewati puncak-puncak derita malam ini.
sebab telah kurasakan puncak-puncak sunyi tanpa nyali.


selamat dan salam, semoga tak lekang kembang juga akar menghiasi kotamu.

yogyakarta. 4 januari 2009


kujemput paksa dari : http://herlinatiens.multiply.com/journal/item/118/sebab_aku_MARAH

Other Link